cara cepat hamil - tips cepat hamil dan panduan lengkap kehamilan, tips kesehatan, sistem reproduksi dan lain-lain.

20130616

Tanda-tanda Kehamilan


Telat datang bulan tidak bisa dijadikan patokan pasti apakah Anda hamil atau tidak. Ada beberapa tanda-tanda lain yang biasa terjadi pada wanita hamil. Sayangnya banyak wanita belum begitu paham perbedaan antara tanda-tanda kehamilan dengan tanda-tanda yang sering muncul ketika akan mengalami menstruasi. 

Ketidaktahuan ini dapat membahayakan kehamilan karena wanita seringkali tidak menjaga diri karena mengira ia hanya akan mendapat menstruasi, bukannya ia hamil. Kadang keguguran atau miscarriage terjadi karena ketidaktahuan ini. Banyak wanita yang berpikir pregnancy symptoms sebagai tanda akan menstruasi akibatnya mereka tidak menghindari kebiasaan yang berbahaya bagi kehamilan seperti mengkonsumsi alkohol dan makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kehamilan, memakai sepatu hak tinggi, melakukan olah raga berat, dan lain sebagainya.

Akibat bagi ketidaktahuan kehamilan yang terjadi bisa jadi sangat fatal apalagi bagi wanita yang sudah sangat menginginkan kehadiran buah hati. Jika pun tidak, keguguran akan berdampak negatif bagi kesehatan wanita. Untuk itu, kenali dulu tanda-tanda kehamilan dan bedakan dengan tanda-tanda menstruasi. Berikut adalah tanda-tanda kehamilan yang lazim  dialami oleh banyak wanita yang hamil.

Ada Bercak Darah yang Keluar dari Vagina

Kemunculan bercak darah dari vagina bisa jadi tanda-tanda kehamilan. Bercak darah muncul akibat adanya penempelan embrio pada dinding rahim. Penempelan itu sendiri terjadi delapan sampai sepuluh hari setelah ovulasi. Sayangnya, banyak wanita yang belum bisa membedakan bercak darah kehamilan dengan menstruasi. Banyak yang masih menganggap bahwa bercak darah tersebut adalah menstruasi yang tidak lancar. Ketidaktahuan ini juga sangat berbahaya bagi kondisi kehamilan sehingga Anda harus tahu tanda-tanda lainnya.

Setelah kemunculan bercak darah, biasanya terjadi kram perut. Banyak wanita yang juga mengalami kram perut saat menstruasi. Perbedaannya adalah kram perut pada masa kehamilan terjadi secara teratur sampai kehamilan memasuki trisemester kedua, yaitu saat uterus telah berada di tengah dan disangga oleh panggul. Pada menstruasi, kram perut tidak teratur dan biasanya hanya terjadi selama beberapa jam atau hari di awal menstruasi. Perbedaan ini penting untuk dipahami agar Anda tidak salah menyimpulkan menstruasi sebagai kehamilan atau sebaliknya.

Perubahan Payudara

Payudara akan membesar jika terjadi kehamilan karena ada peningkatan produksi hormon esterogen dan progesteron. Saraf-saraf di payudara akan semakin sensitif terhadap sentuhan. Sedikit sentuhan saja akan membuatnya terasa sakit dan nyeri. Tanda ini juga dialami oleh beberapa wanita pada saat menstruasi. Perbedaaannya adalah pada kehamilan, puting susu membesar, cenderung berwarna lebih gelap, dan disertai rasa gatal. Perubahan pada kehamilan terjadi secara lebih kentara karena sistem tubuh menyiapkan payudara untuk menyambut kelahiran bayi. Setelah bayi lahir, si ibu harus memberikan air susunya karena itu terjadi aktivitas produksi HPL (Human Placental Lactogen) dan payudara membesar. Pembesaran ini membuat pembuluh vena di daerah payudara semakin terlihat. Hal inilah yang tidak terjadi pada periode menstruasi.

Mual dan Muntah

Sebagian besar wanita hamil mengalami mual dan muntah. Jumlah wanita hamil yang mengalami tanda-tanda ini hampir 50%. Mual dan muntah ini disebabkan oleh perubahan produksi hormon secara mendadak dalam jumlah besar, yaitu hormon HCG (Human chorionic Gonadotrophin) pada darah dan saluran air kencing. Peningkatan hormon ini menyebabkan rasa sakit pada lapisan perut yang berakibat pada rasa mual dan ingin muntah. Peningkatan hormon ini adalah tanda-tanda kehamilan yang cukup akurat sehingga sering dijadikan sebagai tes. Karena tidak hanya terjadi di dalam aliran darah tapi juga di saluran air kencing, tes lebih sering dilakukan melalui air kencing karena tidak perlu melukai tubuh untuk pengambilan darah. Tes ini sering dilakukan menggunakan test pack kehamilan.

Mual dan muntah dialami oleh wanita hamil normalnya sampai pada trisemester kedua. Jika setelah itu masih terjadi, bisa jadi ada masalah dengan kehamilan sehingga pemeriksaan ke dokter wajib dilakukan. Mual dan muntah pada wanita hamil ini juga lazim disebut morning sickness karena sering terjadi pada pagi hari meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada siang, sore, dan malam hari. Bahkan aroma tertentu dapat memicu rasa mual pada wanita hamil karena mereka menjadi lebih sensitif.

Sakit Kepala dan Rasa Kantuk Berlebih

Sakit kepala atau pusing sering terjadi pada ibu hamil karena sebab fisik dan mental. Fisik ibu hamil sering lemah karena sering mual dan muntah, tekanan darah rendah, dan lapar. Faktor mental terjadi karena stres dan depresi atau ketakutan berlebih yang muncul dalam menghadapi kehamilan, terutama pada wanita yang baru pertama kali hamil. Sedangkan rasa kantuk terjadi karena sebab perubahan hormon. Fisik wanita hamil juga akan cepat lelah karena kinerja organ tubuh semakin berat. Wanita hamil tidak lagi hanya menanggung kebutuhan satu orang tapi juga janin yang ada di dalam tubuh.

Sering Buang Air Kecil dan Sembelit

Pada saat hamil, rahim menekan kantung kemih sehingga sering muncul keinginan untuk buang air kecil. Peredaran darah di kantung kemih terpengaruhi oleh ruang yang semakin menyempit akibat membesarnya rahim. Namun, meski sering buang air kecil, mengurangi konsumsi air pada saat kehamilan sangat dilarang. Pada saat hamil, wanita tidak boleh dehidrasi karena akan sangat berbahaya bagi kesehatan kehamilan.

Meski kehamilan membuat sering buang air kecil, anehnya dalam buang air besar justru semakin sulit. Hormon progesteron menyebabkan sembelit sering terjadi karena otot-otot usus mengendur seiring mengendurnya otot rahim. Keuntungan kondisi ini adalah kemungkinan penyerapan nutrisi di dalam tubuh semakin besar sehingga ibu hamil perlu mengkonsumsi makanan sehat secara lebih proporsional.

Selain itu, ibu hamil suhu tubuhnya akan selalu lebih tinggi daripada kondisi saat ia belum hamil. Hal ini bermanfaat bagi si bayi di dalam kandungan. Tanda-tanda inilah yang lazim dialami oleh ibu-ibu hamil. Namun, tanda-tanda ini tidak bersifat mutlak. Artinya tanda-tanda ini terjadi berdasarkan pengalaman personal ibu-ibu hamil. Untuk mengetahui kehamilan secara akurat, diperlukan adanya tes lebih jauh.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Tanda-tanda Kehamilan

0 komentar:

Posting Komentar