cara cepat hamil - tips cepat hamil dan panduan lengkap kehamilan, tips kesehatan, sistem reproduksi dan lain-lain.

20131010

Menentukan Jarak antar Kehamilan Paling Ideal

jarak antar kehamilan

Bagi pasangan yang berencana memiliki anak lebih dari satu, menentukan jarak antar kehamilan yang ideal menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, banyak pasangan yang merasa kerepotan jika ada satu bayi lagi yang lahir sementara bayi yang lahir duluan masih butuh disusui atau diasuh secara penuh. Bayi akan terlantar dan tidak mendapat perhatian seimbang, sementara kedua orang tua juga akan repot mengatur waktu.

Akan tetapi, tindakan menentukan jarak antar kehamilan yang ideal ternyata memiliki dampak lebih dari sekedar menghindari kerepotan dalam hal pengurusan bayi dan pembagian waktu orang tua.

Manfaat Mengatur Jarak Kehamilan

Tadi sudah disebutkan bahwa pasangan yang mengatur jarak kehamilan antar anak pertama dan berikutnya cenderung lebih mudah mengatur waktu serta metode perawatan, terutama karena orang tua bisa mendapat waktu cukup untuk beradaptasi dengan kelahiran anak pertama. Akan tetapi, ada manfaat yang lebih besar dari mengatur "jarak antar kehamilan", yaitu:
·     Menghindari Resiko Persalinan
Seorang ibu yang baru melahirkan dan kemudian hamil lagi cenderung belum memiliki kondisi fisik yang cukup sehat untuk mengandung. Akibatnya, ketika bersalin, resiko persalinan cenderung lebih besar terhadap si ibu seperti adanya pendarahan. Mengatur jarak kehamilan membantu tubuh ibu beradaptasi dulu dari kehamilan dan persalinan sebelumnya.
·     Menghindari Resiko Gangguan pada Bayi
Bayi yang dikandung ibu yang kondisi rahimnya masih belum begitu pulih beresiko mendapat asupan nutrisi yang lebih sedikit. Akibatnya, bayi bisa mengalami bermacam-macam kondisi seperti autism, organ yang kurang berkembang, hingga lahir prematur. Dengan mengatur jarak kehamilan, bayi akan lahir lebih sehat.
·     Menghindari Resiko Kesehatan Masa Hamil
Ibu yang tidak mengatur jarak antar kehamilan cenderung mengalami macam-macam gangguan kesehatan seperti anemia. Mengatur jarak kehamilan berarti mengurangi resiko kesehatan dan membuat wanita lebih nyaman dalam kehamilan berikutnya.
Pertanyaanya, kapan jarak kehamilan dianggap ideal?

Jarak Antar Kehamilan yang Ideal

Pada seorang ibu yang melahirkan normal, jarak kehamilan paling ideal adalah 3 hingga 5 tahun. Selain sang ibu dan bayi lebih sehat, orang tua pun memiliki waktu banyak untuk menyesuaikan diri dengan pola pengasuhan dan memberinya makanan padat agar tidak bersaing mendapatkan jumlah ASI yang cukup dibandingkan dengan adiknya. Banyak orang yang memutuskan untuk memiliki anak lagi setelah hanya setahun hingga 2 tahun, namun hal ini masih cukup beresiko sehingga harus dikonsultasikan ke dokter.

Bagaimana jika seorang ibu melahirkan lewat prosedur bedah, berapa jarak antar kehamilan yang ideal? Dalam hal ini, seorang ibu boleh mencoba untuk hamil setelah paling sedikit 3 tahun setelah prosedur pembedahan dilakukan. Kehamilan yang kurang dari 3 tahun pasca pembedahan memiliki resiko besar, misalnya kemungkinan bahwa persalinan berikutnya harus lewat bedah Caesar lagi, serta robeknya luka bekas jahitan yang menimbulkan pendarahan dalam.
Akhirnya, ketika Anda membiarkan anak pertama tumbuh cukup besar setelah persalinan, biasanya kondisi psikologisnya sudah lebih siap untuk menerima kehadiran adik baru. Tentunya, orang tua juga harus berperan dalam memberikan pengertian agar ia siap menerima kehadiran adiknya.

Tips Memperlebar Jarak antar Kehamilan

Solusi untuk memperlebar jarak kehamilan bisa dengan mencatat masa ovulasi, dimana suami istri sebaiknya tidak berhubungan di masa-masa 5 hari sebelum dan sesudah masa subur. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan pil KB atau alat kontrasepsi, dan si suami menggunakan kondom. Anda juga bisa memodifikasi gaya berhubungan badan, misalnya si suami melakukan ejakulasi eksternal agar tidak kecolongan membuahi sel telur subur. Dengan mengatur jarak antar kehamilan, Anda akan lebih siap menyambut kehadiran anak yang baru tanpa masalah.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Menentukan Jarak antar Kehamilan Paling Ideal

0 komentar:

Posting Komentar