cara cepat hamil - tips cepat hamil dan panduan lengkap kehamilan, tips kesehatan, sistem reproduksi dan lain-lain.

20151125

Cara Mengajak Bicara Bayi Dalam Kandungan

Berbicara dengan bayi sebenarnya dapat dilakukan sejak dini, yaitu sejak bayi masih berupa janin dalam kandungan. Para orangtua seharusnya menyadari bahwa mengajak bicara bayi dalam kandungan sangat diperlukan untuk membentuk ikatan yang lebih erat antara orangtua dan anak, membuat bayi merasa nyaman juga untuk menstimulasi otak bayi.

Cara berkomunikasi dengan bayi dalam kandungan dapat dilakukan dengan menggunakan megaphone atau microphone yang dilengkapi dengan speaker dan juga headphone yang ditempelkan pada perut ibu. Atau lebih sederhana lagi, menggunakan gulungan karton yang ditempelkan di perut ibu sehingga ibu dapat berbicara melalui corongnya.

Agar lebih jelas, simak cara mengajak bicara bayi dalam kandungan yang tentunya disesuaikan dengan pertumbuhan dan pembentukan indera-indera janin seperti berikut ini.

Melalui sentuhan

Pada usia kandungan sebelum minggu ke 8, indera peraba bayi sudah berkembang. Ketika janin bergerak dan telapak kaki atau tangannya terlihat di perut ibu, cobalah sentuh dengan lembut dan penuh kasih sayang. Rasa cinta dan sayang dari orangtuanya akan memberikan rasa nyaman pada bayi. Cobalah tekan perlahan-lahan, maka bayi pun akan balik menekan. Bayi dapat membedakan mana sentuhan orangtua dan mana yang bukan.

Bercakap-cakap

Menurut penelitian, indera pendengaran bayi mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai dalam pembentukannya pada minggu ke 24. Bayi dalam kandungan akan dapat mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara udara dalam usus dan suara denyut jantung. Bahkan suara keras juga dapat membuat bayi terkejut.

Pada minggu ke 25, bayi dalam kandungan dapat mengenali suara dari luar kandungan termasuk suara orang-orang terdekatnya seperti ayah dan ibu. Nah, pada saat ini mengajak bicara bayi dalam kandungan adalah hal yang tepat. Lakukan komunikasi secara intens dengan bayi, seperti menyanyikan lagu untuknya, membacakan cerita atau mengajak berdoa.

Melalui rangsangan cahaya

Tahukah Anda retina bayi dalam usia kehamilan 16 minggu sudah dapat mendeteksi adanya rangsangan cahaya? Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa bayi dalam kandungan dapat menunjukkan reaksi terhadap cahaya saat perut ibunya disinari. Reaksi ini dapat dilihat dari detak jantungnya yang meningkat. Bahkan terkadang, bayi mampu menggerakkan tangannya ke arah mata untuk menutupinya karena silau.

Jadi, bayi dalam kandungan dapat bereaksi dalam berbagai rangsangan yang terjadi di dalam maupun di luar tubuh ibunya. Untuk itu, Anda pun harus memperhatikan 3 hal penting dalam berkomunikasi dengan bayi yaitu :

1. Hindari menggunakan kata-kata negatif
Sebaiknya ketika mengajak bicara bayi dalam kandungan, hindari menggunakan kata-kata negatif meskipun maksud Anda sebenarnya bukan seperti itu. Misalnya mengatakan, ‘besok besar jangan jadi anak nakal’. Otak bayi yang masih sangat sederhana, kemungkinan besar hanya menangkap kata “nakal” yang bernada negatif sehingga akan tersimpan dalam memorinya hingga ia besar nanti. Sebaiknya gunakan selalu kata-kata positif penuh doa yang nantinya akan membentuknya menjadi pribadi yang positif juga.

2. Jaga emosi ibu
Bayi dalam kandungan bisa merasakan emosi ibu, baik emosi positif maupun negatif. Dan hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa nanti. Untuk itu, usahakan selama kehamilan agar selalu menjaga kestabilan emosi, relaks dan berbahagia menjalani kehamilan tersebut. Ayah juga memiliki tugas yang tak kalah penting yaitu menjaga perasaan ibu agar selalu tenang dan bahagia. Menurut penelitian, bayi dalam kandungan yang terus menerus merasakan emosi negatif dari ibu berupa perasaan sedih, cemas, marah, dan sebagainya, akan cenderung menjadi pribadi yang mudah cemas, mudah tertekan dan kurang percaya diri.

3. Peka terhadap gerakan
Seringkali saat berada dalam situasi tertentu, bayi dalam kandungan akan melakukan gerakan seperti menendang-nendang. Anda harus peka terhadap gerakannya. Sekedar mengajak bicara bayi dalam kandungan atau bernyanyi dapat membuat bayi melonjak gembira. Jika ini terjadi, sering-seringlah mengajak bicara dan bernyanyi untuknya.

Ada juga saat berada dalam suasana ramai, perut terasa sangat sakit karena mendengar suara gaduh. Ini juga menunjukkan adanya respon dari janin yang tidak begitu suka dengan suasana itu. Sebaiknya ibu menghindarinya jika memang bayi merasa tidak nyaman.

Demikian beberapa cara mengajak bicara bayi dalam kandungan yang Ibu perlu tahu. Jika mungkin, ibu bisa menemukan cara-cara lain sesuai kreativitas ibu sendiri. Jadikan masa kehamilan sebagai masa yang menyenangkan karena hamil adalah suatu anugerah.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cara Mengajak Bicara Bayi Dalam Kandungan

0 komentar:

Posting Komentar