cara cepat hamil - tips cepat hamil dan panduan lengkap kehamilan, tips kesehatan, sistem reproduksi dan lain-lain.

20151121

Hamil di Luar Kandungan

Mengandung dan melahirkan bayi secara sehat dan lancar tentunya adalah dambaan setiap calon ibu ketika sudah menginginkan kehamilan. Sayangnya, tak semua kehamilan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dewasa ini, mulai banyak bermunculan berbagai kelainan dalam masa kehamilan. Salah satunya yaitu kelainan berupa hamil di luar kandungan. 

Hamil di luar kehamilan dalam dunia medis dijuluki sebagai kehamilan ektopik, ini merupakan suatu kelainan kondisi kehamilan yang tidak berada pada posisi seharusnya yakni pada rahim atau kandungan. Lalu di manakah posisi si calon janin alias embrio janin jika tidak berada di dalam kandungan? Jawaban, kehamilan terjadi di dalam tuba falopi atau saluran telur yang merupakan “jembatan” penghubung antara tempat pembuahan telur dan rahim atau kandungan.

Kecil Kemungkinan Untuk Mempertahankan Kandungan

Hamil di luar kandungan bisa dibilang merupakan momok yang sangat mengerikan bagi siapa saja wanita  yang mengalaminya. Sebab hampir di semua kasus hamil di luar kandungan, kehamilan hanya mampu dipertahankan hingga minggu ke 8 atau 10 saja, apalagi jika si ibu tak mendapatkan penanganan yang tepat maka juga akan membahayakan keselamatan si ibu. Hal ini disebabkan karena janin yang seharusnya berkembang di rahim atau kandungan, malah terhenti di tuba falopi sang ibu dan tak bisa mencapai rahim.

Alhasil, janin pun berkembang di saluran tuba falopi tersebut, yang notabenenya sangat tidak kondusif untuk tempat perkembangan janin. Jika janin tak segera dipindahkan ke rahim ataupun diangkat, maka dapat dikhawatirkan saluran telur atau tuba falopi sang ibu akan rusak. Yang mana kerusakan permanen pada tuba falopi kemungkinan besar akan menyebabkan kemandulan pada sang ibu. Oleh karenanya, sangat penting untuk memeriksakan kandungan sejak awal masa kehamilan, sehingga jika ditemukan adanya kelainan maka dapat segera dilakukan penanganan medis yang tepat.

Dalam 100 wanita hamil, 1 di antaranya berpotensi hamil di luar kandungan

Kondisi hamil di luar kandungan memang tak selalu terjadi pada setiap wanita. Namun jika bagi seorang wanita perokok, maka potensi mengalami hamil di luar kandungan menjadi lebih tinggi. Selain itu, jika seorang wanita memiliki permasalahan di seputar area tuba falopi akibat penyakit menular dari hubungan seksual berganti – ganti pasangan maupun akibat peradangan bisa menyebabkan embrio tersumbat pada tuba falopi dan tidak mampu mencapai rahim. Pada beberapa kasus, wanita yang pernah melakukan tindakan operasi pada wilayah perut terutama di area yang dekat dengan tuba falopi juga beresiko untuk mengalami kehamilan ektopik ini. Oleh karenanya, rutin periksakan kondisi rahim dan tuba falopi ke dokter kandungan terutama jika Bunda sedang dalam program ingin memiliki momongan. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Tanda-tanda hamil di luar kandungan yang tak kentara

Meskipun cukup membahayakan baik untuk si jabang bayi maupun si ibu, namun terkadang para penderita hamil di luar kandungan tak benar-benar menyadari bahwa janinnya berkembang di tempat yang salah. Biasanya sang ibu baru menyadari kelainan ini setelah 2 – 3 bulan kehamilan. Dan dalam kondisi tersebut, kondisi janin sudah cukup membesar sehingga penanganannya sangat berpotensi merusak tuba falopi atau saluran telur secara permanen.

Bunda pasti bertanya – tanya, bagaimana kelainan seperti ini bisa tak dirasakan oleh sang ibu? Jawabannya karena hamil di luar kandungan secara kasat mata tak terlalu memiliki perbedaan dibandingkan kehamilan normal. Apalagi jika sang ibu baru pertama kali mengandung maka akan lebih sulit mengidentifikasi gejala – gejala kelainan ini. Namun, biasanya pada kasus hamil di luar kandungan, sang ibu akan mengalami gejala mirip mentruasi meskipun tidak sedang mens. Bahkan pada beberapa penderita, akan keluar darah mirip mentruasi meskipun jumlahnya sangat sedikit.

Namun darah ini lebih encer dan berwarna darah segar yang menandakan terjadinya luka pada tuba falopi. Sang ibu juga akan mengalami kram dan sakit di perut yang luar biasa melebihi ketika sedang mens. Jika Bunda mengalami gejala ini, maka ada baiknya segera memeriksakan kondisi kehamilan sebelum terlambat menyadarinya. Meskipun cukup membuat kita ngeri, Bunda tak perlu paranoid. Pencegahan dan penanganan medis yang tepat tentu akan mampu mengatasi masalah ini.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Hamil di Luar Kandungan

0 komentar:

Posting Komentar